Pengisian Acara Solo Bersimfoni Dengan Hastalaku Di Radio Konata Diskomimfo Kota Surakarta
Salam pramuka!!
Jumat,18 Maret 2022 SMA Negeri 6 Surakarta mengirimkan 2 peserta ke dalam acara Solo Bersimfoni di Radio Konata yang di isi oleh Irvy Shafira Nurwijayanti dan Natalia Lintang Vandala Putri.
Perkumpulan Solo Bersimfoni adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan perdamaian (raise of peace) guna menjaga reputasi Soloraya sebagai wilayah yang toleran dan damai. Perkumpulan ini bersifat terbuka, didirikan dengan akta Notaris Drajad Uripno, S.H. Nomor 5 Tanggal 8 Agustus 2017 di Surakarta dan telah terdaftar di Kemenkumham RI No. Kemenkumham RI No. AHU-0002529.AH.01.07 Tahun 2018.
Berdirinya perkumpulan dilatarbelakangi terjadinya perilaku atau aksi-aksi intoleran, radikal, ekstrim dan aksi terorisme yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu di wilayah Soloraya.Berangkat dari titik ini, Solo Bersimfoni menyadari bahwa pencegahan perilaku negatif di atas perlu hadir dari inisiatif masyarakat. Masyarakat harus terlibat aktif untuk menyebarkan nilai-nilai berperilaku yang baik sehingga pada akhirnya dapat mendeteksi dan meminimalkan tindak kekerasan dalam bentuk paling sederhana sekalipun.
Dalam hal ini, Solo Bersimfoni memiliki tujuan untuk membangun ketahanan dan kohesi sosial masyarakat untuk mencegah dan mengurangi tindakan intoleransi khususnya di kalangan remaja melalui pendekatan laku budaya lokal dan perubahan perilaku (cultural and behavioral approach activity)
Hasthalaku adalah frasa dari dua kata yang berasal dari Bahasa Jawa yaitu Hastha dan Laku. Hastha (dibaca hasto) dalam bahasa Indonesia berarti delapan dan Laku berarti perilaku. Jadi dalam Bahasa Indonesia, Hasthalaku adalah delapan perilaku. Dalam hal ini perilaku yang dimaksud adalah berdasarkan nilai-nilai dalam budaya Jawa. Hasthalaku sebenarnya sudah ada sejak dahulu, Solo Bersimfoni hanya mengingatkan kembali adanya nilai luhur tersebut untuk dijadikan dasar perilaku para remaja Kota Solo dan sekitarnya.
Hasthalaku terdiri dari :
Gotong Royong (Saling membantu – Helpfulness)
Grapyak Semanak (ramah tamah – Friendly)
Guyub Rukun (kerukunan – Harmony)
Lembah Manah (rendah hati – Humble)
Ewuh pekewuh (saling menghormati – Mutual Respect)
Pangerten (saling menghargai – Compassionate)
Andhap Ashor (berbudi luhur – Virtuous)
Tepa Slira (tenggang rasa – Solidarity).
Solo Bersimfoni berharap masyarakat semakin sadar, mau peduli dan berpartisipasi untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan secara dini tindakan intoleran dan radikal yang tepat sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.
Salam pramuka!!
Revouzvillo Aslerste Zart Yusuf AWK'21
Published by AWK'20


Komentar
Posting Komentar