Pahlawan & Pandemi

 

Pahlawan & Pandemi




 

 sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Covid-19_San_Salvatore_09.jpg


Pertarungan antara Dokter dan Tenaga Medis dengan Covid-19

    Pada saat-saat awal virus corona mulai menyebar di Indonesia, Saat itu banyak orang yang panik dan ketakutan. Kita berusaha sebisa mungkin tetap di rumah dan menerapkan protokol kesehatan demi menekan angka penularan. Namun setelah berbulan-bulan berlalu, banyak sekali orang yang mulai mengendorkan disiplin diri. Padahal, kondisi di rumah sakit masih sangat gawat.

    Setiap hari para tenaga medis seperti dokter dan perawat bertaruh nyawa untuk merawat para pasien akibat virus corona. Banyak yang akhirnya terpapar oleh pasien, karena prosedur medis yang harus dilakukan. Tidak sedikit pula yang sampai kelelahan dan jatuh sakit. Jumlah tenaga medis dan dokter yang wafat sudah lebih dari 100 orang. Mereka semua positif terinfeksi Covid-19. Sedih dan miris sekali rasanya. Sebelum meninggal, para dokter dan tenaga medis ini telah berjuang keras menyelamatkan banyak pasien di rumah sakit. Mereka mengorbankan nyawa sendiri demi kepentingan bersama. Meskipun raganya telah tiada, kebaikan hati dan semangat para dokter ini tak akan dilupakan. Melindungi para tenaga medis adalah satu hal yang sudah seharusnya jadi prioritas bersama. Para tenaga medis perlu dilindungi agar aman agar bisa tetap bertugas melindungi kita semua.

Hal yang dapat kita lakukan untuk membantu Dokter dan Tenaga medis

    Pandemi Covid-19 belum juga bisa dikatakan berakhir, namun kehidupan harus terus berjalan. Apakah kita mau terus hidup dengan pembatasan? Mengisolasi diri di rumah terus menerus? Sudah pasti jawabannya tidak. Tentunya kita ingin kembali bekerja, belajar, dan beribadah, serta bersosialisasi/beraktivitas agar bisa produktif di era pandemi ini.  Jika hal tersebut tidak dilakukan, cepat atau lambat akan berdampak pada berbagai sektor, baik sosial, budaya, pertumbuhan ekonomi akan mengalami perlambatan, industri tidak berjalan. Untuk itu, masyarakat harus mulai beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru atau ‘new normal life’,

    Kita sebagai anak muda sekaligus rakyat yang baik wajib turut andil. Bagaimana caranya? Yakni dengan sebisa mungkin menghindari penularan virus untuk meringankan beban sistem kesehatan kita yang sudah kewalahan.

    Kafe atau mall boleh saja sudah buka, pembaca acara TV atau Youtuber favoritmu pun boleh saja tampak santai tanpa masker, tapi please jangan terlena. Karena kenormalan yang mulai banyak kita lihat sehari-hari ini, sayangnya bukan berarti virus sudah pergi maupun keadaan jauh lebih aman. Pertarungan hidup dan mati tiap hari memenuhi lorong-lorong rumah sakit. Bukan hanya pasien yang berjuang untuk keselamatannya, tapi juga dokter, perawat, dan pegawai rumah sakit yang harus merawat mereka.

Bagaimana sih, cara kita supaya bisa membantu para dokter dan tenaga medis? Ya dengan cara melakukan perilaku 3M, apasih perilaku 3M itu?

1.     Memakai masker

2.     Mencuci tangan

3.     Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

    Dengan melakukan perliaku 3M bisa mengurangi penyebaran virus covid-19, yang sedang beredar di dunia, dan telah memakan korban jiwa yang sangat banyak dan juga menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, berarti kita telah meringankan pekerjaan para dokter. Jadi mereka bisa beristirahat lebih banyak sehingga tak jatuh sakit. Jangan sampai ada lagi dokter yang meninggal karena Covid-19. Mari kita berjuang bersama !!

 

 

            Penulis :

            Theresia Paramita Isaliani

            Dewan Ambalan Wijaya Kusuma XX

            SMA N 6 SURAKARTA

Komentar